WELCOME

WELCOME

Sunday, January 5, 2014

WISATA CANDI

CANDI BOROBUDUR

      Keagungan  Candi Borobudur sempat hilang tertimbun tanah selama berabad-abad akibat erupsi Gunung Merapi. Gundukan tanah telah ditumbuhi semak belukar sehingga menyerupai bukit yang tidak terurus.  Banyak misteri yang menyelimuti alasan kenapa setelah erupsi Candi Borobudur ditelantarkan oleh banyak orang. Periode 928 sampai dengan 1006, Raja Mpu Sindok hijrah ke kawasan Jawa Timur setelah serangkaian bencana alam vulkanik. Tahun 1976 sejarawan Seokmono membuat kesimpulan popular bahwa candi ini mulai benar-benad ditinggalkan sejak penduduk sekitar beralih keyakinan agama Islam pada abad ke-15
        Candi Borobudur terletak di kawasan desa Borobudur, kecamatan Borobudur, kota Magelang. Pada area lahan candi Borobudur terdapat sejumlah objek menarik untuk dikunjungi seperti atraksi binatang dan Museum, seperti Museum Karmawibangga dan Museum Samuderaraksa.

CANDI BARONG

        Candi Barong yang mempunyai hiasan kala dan naga mirip seperti barong pada pintu masuknya adalah candi Hindu yang berada tidak jauh dari Candi Ratu Boko, yaitu di dusun Candisari, kelurahan Bokoharjo, Prambanan, Yogyakarta. Candi ini dibangun pada sekitar abad ke-9 dan ke-10 pada saat zaman Kerajaan Mataram Kuno.
       Penemuan awal kompleks candi ini sekitar tahun 1913 oleh seorang Belanda dalam rangka perluasan perkebunan tebu untuk mendukung produksi pabrik gula, ketika itu kondisi candi masih berupa reruntuhan dan sangat sulit dikenali bentuk aslinya. Proses susun-coba candi mulai dilakukan pada tahun 1978, dan akhirnya berhasil merestorasi bangunan candi pertama pada tahun 1994. Pada tahun-tahun selanjutnya, diadakan pemugaran pada candi kedua, pemugaran pada pagar, serta pemugaran pada talut (bagian tepi kompleks candi yang landai).
       Kompleks candi ini berada di atas tanah berundak 3 dengan beberapa bangunan candi pada setiap terasnya. Pada teras tertinggi terdapat 2 buah candi untuk pemujaan dewa Wisnu dan dewi Sri sebagai lambang kesuburan. Masing-masing candi ini mempunyai ukuran kira-kira 8 meter x 8 meter dengan tinggi 9 meter.

       Mengunjungi Candi Barong ini, Anda akan menemukan beberapa keunikan yang tidak dapat ditemukan pada candi-candi peninggalan agama Hindu lainnya di Yogyakarta maupun Jawa Tengah. Keunikan pertama adalah hiasan kala makara berupa kepala singa (barong) yang memiliki rahang bawah. Hiasan kala makara biasanya dipahat di atas pintu atau relung-relung candi sebagai simbol penolak bala. Hiasan barong di candi-candi lain di Yogyakarta maupun Jawa Tengah biasanya hanya menggambarkan muka singa tanpa rahang bawah, sehingga hiasan di Candi Barong ini nampak cukup istimewa. Mungkin karena cukup istimewa itulah candi ini kemudian dijuluki Candi Barong oleh masyarakat sekitar. Hiasan barong yang sama juga terdapat di beberapa candi di Jawa Timur yang usianya lebih muda dibuat pada masa Kerajaan Singosari maupun Kerajaan Majapahit

CANDI BOKO

        Candi Ratu Boko memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki oleh candi-candi lainnya di Yogyakarta dan Jawa Tengah, yang pada umumnya dibuat hanya untuk tempat ibadah. Peninggalan di situs Candi Ratu Boko menunjukkan bahwa bangunan tersebut memiliki sifat profan yang ditunjukkan dengan keberadaan keputren dan paseban.
       Candi Ratu Boko terletak di kecamatan Bokoharjo, kabupaten Sleman. Luasnya yang mencapai 16 ha. membuat wilayah Ratu Boko masuk dalam dua desa, Dawung dan Sambirejo. Lokasinya kurang-lebih 17 km di sebelah timur kota Jogja dan dapat diakses lewat jalan raya Yogyakarta-Solo. 
       Selain melihat-lihat kompleks candi yang bersejarah, Ratu Boko juga menyediakan panorama cantik. Apa lagi pada senja hari. Di Plaza Andrawina, salah satu bagian Candi, jika melihat ke utara pengunjung akan melihat pemandangan cantik kota Jogja dan candi Prambanan dengan Gunung Merapi sebagai latar belakangnya. Di kala senja, nuansa sekitar candi akan semakin cantik dengan semburat jingga matahari senja. Di kompleks Ratu Boko juga terdapat sumur bernama Amerta Mantana yang berarti air suci yang diberikan mantra. Letaknya di sebelah tenggara candi Pembakaran. Kini, airnya pun masih sering dipakai. Masyarakat setempat mengatakan, air sumur itu dapat membawa keberuntungan bagi pemakainya. Sementara orang-orang Hindu menggunakannya untuk Upacara Tawur agung sehari sebelum Nyepi.
       Candi Ratu Boko lebih mirip istana atau kraton ketimbang candi. Ini karena fungsinya dahulu yang bukan hanya tempat ibadah, tapi juga benteng pertahanan. Ratu Boko terletak 196 meter di atas permukaan laut. Areal istana seluas 250.000 m2 terbagi menjadi empat, yaitu tengah, barat, tenggara, dan timur. Bagian tengah terdiri dari bangunan gapura utama, lapangan, Candi Pembakaran, kolam, batu berumpak, dan Paseban. Sementara, bagian tenggara meliputi Pendopo, Balai-Balai, 3 candi, kolam, dan kompleks Keputren. Kompleks gua, Stupa Budha, dan kolam terdapat di bagian timur. Sedangkan bagian barat hanya terdiri atas perbukitan. Ratu Boko didirikan di masa pemerintahan Rakai Panangkaran. Hal ini dapat dilihat di Prasasti Kalasan tahun 779 Masehi, Prasati Mantyasih 907 Masehi, dan Prasasti Wanua Tengah III tahun 908 Masehi. Rakai Panangkaran adalah pengikut Budha, namun di kompleks Ratu Boko terdapat unsur-unsur Hindu yang memuja dewa Siwa. Menurut para ahli, ini membuktikan adanya toleransi beragama pada masa itu..

 

CANDI SARI

        Candi Sari adalah candi Buddha yang berada tidak jauh dari Candi Sambi Sari, Candi Kalasan dan Candi Prambanan, yaitu di bagian sebelah timur laut dari kota Yogyakarta. Candi ini dibangun pada sekitar abad ke-8 dan ke-9 pada saat zaman Kerajaan Mataram Kuno dengan bentuk yang sangat indah. Pada bagian atas candi ini terdapat 9 buah stupa seperti yang nampak pada stupa di Candi Borobudur, dan tersusun dalam 3 deretan sejajar. 
       Candi Sari merupakan bangunaan bertingkat dua atau tiga, dan
diperkirakan setiap lantai tersebut memiliki fungsi yang berlainan. Lantai bawah difungsikan untuk kegiatan sehari-hari seperti belajar-mengajar, diskusi dan bersosialisasi dengan penduduk sekitar, lantai atas difungsikan sebagai tempat penyimpanan barang-barang untuk kegiatan ritual agama. Perancangan Candi Sari ini memang sengaja dibuat bertingkat dengan adanya dinding yang menonjol melintang mengelilingi bagiah tengah tubuh candi. Bagian luar bangunan    
       Candi Sari terdapat cekungan atau relung-relung yang menempel di candi tersebut. Diperkirakan, relung-relung tersebut tadinya dihiasi dengan arca-arca Buddha. Dinding luar tubuh dipenuhi pahatan arca dan hiasan lain yang sangat indah. Ambang pintu dan jendela masing-masing diapit oleh sepasang arca lelaki dan wanita dalam posisi berdiri memegang teratai. Setiap permukaan pada dinding Candi Sari terdapat pahatan arca yang memiliki ukuran yang sama dengan tubuh manusia pada umumnya. Jumlah keseluruhan pahatan arca adalah 36 buah, sisi bagian barat terdapat 12 buah, sisi bagian timur atau depan terdapat 8 buah, sedangkan sisi selatan dan utara berjumlah sama yaitu 8 buah pahatan arca. Selain itu , corak pahatan Kinara Kinari (manusia burung), Suluran dan Kumuda (daun dan bunga yang menjulur keluar dari sebuah jambangan bulat)  dan Kalamakara menjadi pahatan jenis lain yang mengisi dinding Candi Sari selain pahatan arca.
       Bentuk bangunan candi serta ukiran relief yang ada pada dinding candi sangat mirip dengan relief di Candi Plaosan. Beberapa ruangan bertingkat dua berada persis di bawah masing-masing stupa, dan diperkirakan dipakai untuk tempat meditasi bagi para pendeta Buddha (bhiksu) pada zaman dahulunya.


CANDI KALASAN

      Candi Kalasan merupakan sebuah candi yang dikategorikan sebagai candi umat Buddha terdapat di desa Kalasan, kabupaten Sleman, provinsi Yogyakarta.
Candi ini memiliki 52 stupa dan berada di sisi jalan raya antara Yogyakarta dan Solo serta sekitar 2 km dari candi Prambanan.
       Berdasarkan prasasti yang berangka tahun 700 Çaka, diketahui latar belakang pendirian Candi Kalasan ini adalah permintaan para guru terhadap Maharaja Tejahpurana untuk membangun bangunan suci bagi Dewi Tara. Sebagai suatu bentuk persembahan bagi sang dewi, tentunya desain candi berikut materialnya dirancang sebaik mungkin. Namun Candi Kalasan yang dibangun sekitar tahun 778 M ini juga tak luput dimakan usia.
       Kini, bangunan Candi Kalasan sudah tidak utuh lagi seperti semula meskipun candi ini pernah dipugar oleh seorang Belanda pada tahun 1927–1929. Walau demikian, beberapa keistimewaan Candi Kalasan dibandingkan candi lain sampai sekarang masih bisa kita saksikan.


CANDI PRAMBANAN

   Candi Prambanan atau dikenal juga dengan nama Candi Rara Jonggrang adalah candi Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9 masehi. Lokasi candi ini berada di desa Prambanan, pulau Jawa, sekitar 20 km sebelah timur Yogyakarta, 40 km sebelah barat Surakarta dan 120 km sebelah selatan Semarang.Nama Prambanan, berasal dari nama desa tempat candi ini berdiri, diduga merupakan perubahan nama dialek bahasa Jawa dari ‘Para Brahman’, yang mungkin merujuk kepada masa jaya candi ini yang dahulu dipenuhi oleh para brahmana.       Dalam legenda dikisahkan, candi Prambanan dibangun oleh Bandung Bondowoso untuk memenuhi persyaratan dari Rara Jonggrang. Awalnya, Bandung Bondowoso yang jatuh hati pada kecantikan Rara Jonggrang hendak melamar putri raja itu. Rara Jonggrang yang tak mencintai Bandung Bondowoso tak berani menolak lamaran itu secara langsung. Makanya ia mengajukan syarat yang sulit pada Bandung Bondowoso, yaitu membangun candi dengan seribu arca. Dengan kesaktiannya, Bandung Bondowoso hampir dapat memenuhi persyaratan itu. Namun pada arca yang ke 999, Rara Jongrang meminta bantuan warga untuk menumbuk padi dan membuat api besar sehingga ayam pun berkokok karena mengira pagi telah datang. Bandung Bondowoso yang murka karena merasa dicurangi kemudian mengutuk Rara Jonggrang menjadi arca yang ke 1000. 
       Candi Prambanan memiliki 3 candi utama di halaman utama, yaitu Candi Wisnu, Brahma, dan Siwa. Ketiga candi tersebut adalah lambang Trimurti dalam kepercayaan Hindu. Setiap candi utama memiliki satu candi pendamping yang menghadap ke barat, yaitu Garuda untuk Wisnu, Angsa untuk Brahma dan Nandini untuk Siwa.

Wednesday, January 1, 2014

PELUANG USAHA MIE LEZAT




Kami adalah usaha yang bergerak di bidang makanan yang baru berdiri dan berencana untuk berbagi dengan siapa saja yang ingin memperoleh pemasukan tambahan atau membantu anak, keluarga, saudara, pembantu, karyawan ditempat anda tinggal maupun lingkungan pekerjaan.

Dengan adanya usaha ini diharapkan akan dapat membantu orang-orang disekitar kita dengan cara menyerap banyak tenaga selain mendapatkan laba dari usaha yang di rintis melalui usaha ini.

Saat ini kami mempunyai usaha bernama MIE LEZAT, berdiri sejak 2014 dan berawal dari hanya berjualan Mie Ayam. Hal yang menonjol dari usaha kami adalah Mie kami dibuat sendiri dengan resep istimewa yang tidak menggunakan pengawet dan bahan kimia serta di jamin halal yang merupakan warisan teman-teman kami yang sudah malang melintang di dunia makanan.

Alhamdulilah di awal tahun 2015 usaha kami memperoleh hasil yang cukup menggembirakan, sehingga Pada bulan Juni 2015 ini kami berencana untuk mengembangkan usaha dengan bekerjasama dengan siapa saja dengan nama dagang MIE LEZAT.

Buat Anda yang ingin membuka usaha Mie Ayam di sekitar tempat tinggal Anda, dengan keuntungan minimum kurang lebih 600 ribu – 4 juta/ bulan untuk 1 gerobak. (Tergantung penjualan) Usaha ini beresiko kecil, tidak harus membuka kios yang membutuhkan biaya banyak. Bayangkan apabila anda mempunyai 10 gerobak, bayangkan berapa keuntungan yang anda dapatkan dalam sebulan?.

Apabila anda memiliki tempat yang stategis di dalam komplek/perumahan/pemukiman, maka anda dapat memanfaatkan garasi anda untuk membuka usaha, atau di dalam kantin sekolah maupun rumah sakit untuk anda yang berkerja di lingkungan tersebut, dan bagi anda yang mempunyai tempat di dalam lingkungan perkantoran maupun di dalam Mall maupun Pusat Perbelanjaan manfaatkan tempat anda untuk mendapatkan tempat strategis tersebut.

Dan apabila letak tempat anda tidak strategis janganlah berkecil hati, manfaatkan jasa antaran untuk menjangkau pembeli, hal ini sudah kami rasakan sendiri dengan lokasi yang tidak strategis pun bisa memperoleh keuntungan yang lumayan yaitu dengan memanfaatkan jasa pesan antar.

Untuk itu jangan tunda waktu anda untuk meraih Passive Income yang akan terus mengalir. Usaha ini tidak beresiko dan sangat menguntungkan, usaha ini akan menjadi tambahan bagi  anda nantinya.

Siapa pun Anda, dengan latar belakang yang berbeda-beda, bisnis ini tidak rumit, mudah dijalankan dan mendapatkan keuntungan yang kita inginkan bersama. Jika Anda tertarik dengan kesempatan yang kami tawarkan. Jangan ragu untuk ambil kesempatan ini untuk memulai usaha.

GUNUNGAN KETUPAT

TRADISI GUNUNGAN KETUPAT

      Gunungan yang terbuat dari hasil bumi, mungkin sudah lazim dan sering kita saksikan di kota Jogya yang kita cintai. Tapi jika yang dikirap atau gunungan terbuat dari kupat tergolong langka, apalagi tradisi ini dilakukan didaerah perkotaan. Sebagai rangkaian dari memeriahkan usai lebaran, di kampung Wisata Budaya Pandeyan Umbulharjo jogjakarta menggelar tradisi ini atau sering disebut “Ba’do Kupat”. Tradisi ini dilakukan dengan cara mengarak gunungan yang terbuat dari kupat yang dikawal bregodo prajurit lombok abang serta diiringi berbagai kesenian barongsai, jatilan dan juga musik tradisional gejog lesung. Seperti pada gunungan2 umumnya, setelah dikirab keliling gunungan “Ketupat” lantas didoakan dan diperebutkan oleh warga.
      Tradisi yang mulai digelar pertama pada tahun 2011, juga sekaligus untuk merti dusun atau kampung ini biasanya dilakukan 7 hari setelah Hari Raya Idul Fitri dan akan menjadi even tahunan di Kampung Pandeyan Umbulharjo. Dan dengan kekuatan budaya yang dimiliki ini diharapkan di Kelurahan Pandeyan dapat berdampak positif terutama bagi peninkatan kesejahteraan warga yang sebagaian warga Pandeyan berprofesi sebagai pengayuh becak wisatawan. Oleh karena itu seluruh potensi budaya turut ditampilkan dalam kirab Ba’do Kupat ini, sehingga yang menyaksikan baik warga maupun wisatawan dapat memunculkan kesadaran untuk ikut uri-uri kebudayaan.
      Tujuan utama kirab gunungan kupat ini sebenarnya untuk kebersamaan masyarakat Pandeyan, makanya diakhir kirab ini ada kenduri atau kembulan atau juga makan bersama tanpa memandang status sosia, semua warga jadi satu dan saling maaf memaafkan dan mensyukuri dengan rejeki yang telah diberikan Tuhan Yang Maha Esa.